Apa Itu Investor, Reksadana, dan Deposito?

Investor merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh lembaga maupun individu dalam memasukkan uang atau modal, kepada sesuatu hal yang bisa menjadikan keuntungan finansial lebih dari sebelumnya. Jadi, investor adalah orang yang melakukan sebuah investasi, bisa dalam bentuk saham, reksadana, deposito, dan lain sebagainya.

Macam-macam Investor

Risk Averse

Adapun beberapa jenis investor, yang salah satunya adalah Risk Averse (menghindari resiko). Jenis investor ini biasanya akan cenderung memilih investasi yang relatif aman dan terhindar dari kemungkinan resiko buruknya. Dan jenis investasi yang dipilih pun biasanya adalah yang memiliki tingkat keuntungan relatif rendah. Jadi, tingkat keuntungan ditekan demi mengurangi segala resiko yang bisa terjadi.

Risk Medium

Jika diposisikan, jenis investor ini akan cenderung memilih investasi yang memiliki tingkat keuntungan tidak terlalu tinggi maupun rendah, atau bisa dikatakan sedang-sedang saja, begitu pula dengan tingkat resiko yang diambilnya. Sehingga jenis investor yang satu ini terhitung lebih proporsional dan masih aman.

Risk Taker

Selanjutnya ada jenis investor dengan tingkat lebih tinggi lagi jika dibandingkan dengan kedua jenis sebelumnya. Investor risk taker merupakan adalah mereka yang berani melakukan investasi dengan resiko lebih tinggi. Investor ini dikategorikan berani mengambil keputusan dan tantangan. Dan sebagai alasan kuatnya, investor bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar pula.

Investasi Reksadana

Investasi dapat dilakukan melalui berbagai jenis. Dan salah satunya ada jenis investasi Rekasadana, yang merupakan bentuk investasi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sehingga lebih terpercaya dan investor tidak perlu khawatir kehilangan dananya. Reksadana sangat direkomendasikan dijalani oleh investor pemula, yang mana dapat diajalani dengan modal kecil sekalipun.

Reksadana juga merupakan tempat untuk menghimpun segala dana dari pelaku investasi, yang selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi. Dalam memasukkan dana investor, manajer tersebut akan memilih jenis instrumen investasi seperti saham, obligasi, maupun deposito. Langkah aman yang bisa dilakukan dalam investasi melalui reksadana yaitu pertama, dengan menentukan tujuan investasi terlebih dulu, lalu kenali resiko profil diri investor.

Selain itu, investor bisa menentukan terlebih dulu jangka waktu ketika melakukan investasi, lalu cari manajer investasi yang sudah terpercaya. Ketahui pula bagaimana proses dana yang akan diinvestasikan tersebut, ketahui segala biaya dalam reksadana, lalu bisa menentukan dimana kamu akan melakukan investasi reksadana.

Investasi Deposito

Deposito merupakan salah satu jenis simpanan investasi sederhana, yang ditawarkan oleh bank dengan penawaran suku bunga yang tetap, dan relatif tinggi dari suku bunga tabungan dalam jangka waktu tertentu yang ditawarkan. Di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis deposito, yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan deposito on call.

  • Deposito Berjangka

Deposito berjangka ini merupakan salah satu bentuk penawaran dari bank, berupa tabungan dengan jangka waktu deposito dari 1-24 bulan. Salah satu instrumen deposito ini bisa dibayarkan bunganya di akhir masa periode yang tekah ditentukan sebelumnya.

  • Sertifikat Deposito

Selanjutnya ada jenis sertifikat deposito, yang masih mirip dengan deposito berjangka. Namun bedanya, deposito ini bisa dipindah tangankan. Kelemahannya jika sertifikat hilang, maka siapapun yang menemukannya dapat mencairkannya.

  • Deposito On Call

Deposito yang satu ini harus melakukan pemberitahuan beberapa hari sebelumnya kepada bank, jika ingin melakukan penarikan dana, dan bunga akan dibayarkan di akhir.

Itulah pembahasan singkat mengenai investor, reksadana, dan deposito yang bisa kita ketahui, dan jika kamu tertarik untuk melakukan investor lebih dalam, bisa mengunjungi Amartha.com untuk solusi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *